Kamis, 30 Agustus 2012
TENAGA KESEHATAN MERUPAKAN PAHLAWAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, di hadapan 130 tenaga kesehatan (Nakes) teladan di Puskesmas tingkat Nasional 2012, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta (15/8).
“Saya yakin, prestasi yang diraih merupakan hasil kerja keras dalam menerapkan nilai-nilai pro-rakyat, cepat-tepat, teamwork, dengan integritas yang tinggi, dan secara akuntabel (transparansi). Di masa mendatang, tugas Saudara bertambah berat dengan menyandang predikat teladan, karena dituntut untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai, serta harus dapat memotivasi bahkan menjadi panutan bagi petugas kesehatan di sekitar Saudara”, ujar Menkes.
Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes RI, dr. Lily S. Sulistyowati, MM, selaku Ketua Panitia Penyelenggara, mengatakan bahwa pemilihan Nakes Teladan rutin diselenggarakan setiap tahun, bertepatan dengan ulang tahun Kemerdekaan RI.
Dalam laporannya, dr. Lily mengatakan bahwa pemberian penghargaan kepada tenaga kesehatan teladan merupakan apresiasi serta bentuk penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI kepada tenaga kesehatan di Puskesmas atas pengabdian dan prestasinya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di lokasi tempat mereka bertugas.
“Tenaga kesehatan teladan, memiliki prestasi yang membanggakan dankontribusi yang besar dalam pelaksanaan 3 fungsi Puskesmas, yaitu sebaai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, penggerak pemberdayaan masyarakat dan pemberi pelayanan kesehatan strata pertama”, terang dr. Lily.
Pemilihan tenaga kesehatan dilakukan secara selektif melalui serangkaian kegiatan yang meliputi penelaahan, pemeriksaan, penelitian dan penilaian oleh para ahli dan organisasi profesi terkait, yang hasilnya tercermin pada pengetahuan, sikap, perilaku, dan karya masing-masing individu teladan.
“Selain itu, kegiatan ini juga sebagai motivasi bagi para tenaga kesehatan untuk meningkatkan kinerja dan terus memberikan pelayanan kesehatan secara prima kepada masyarakat”, kata dr. Lily.
Lebih lanjut, dr. Lily menuturkan kegiatan ini diikuti oleh 33 Provinsi, dimana setiap Provinsi diwakili oleh 4 nakes teladan merupakan tenaga medis (dokter/dokter gigi); tenaga keperawatan (perawat/bidan); tenaga kesehatan masyarakat (sanitarian, epidemiolog, entomolog, penyuluh kesehatan, asisten apoteker, atau analisis laboratorium); dan tenaga gizi (nutrisi/dietetik).
“Tahun ini Provinsi Riau tidak mengirimkan tenaga nutrisionis dan Provinsi Bangka Belitung tidak mengirimkan tenaga dokter. Jadi jumlah total tenaga kesehatan teladan adalah 130 orang. Namun, terdapat satu orang Nakes teladan yang berasal dari Provinsi Papua, tidak dapat hadir karena terkendala dalam perjalanannya”, kata dr. Lily.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 13-17 Agustus 2012. Pada hari pertama (13/8), peserta mengikuti kegiatan Building Learning Comittment (BLC). Hari kedua (14/8), peserta mengikuti pencerahan dari Prof. Dr. H. Arief Rachman, dan mengikuti serangkaian acara yaitu wisata sejarah (Monumen Nasional), wisata niaga (thamrin city) dan mengikuti silaturahmi serta berbuka puasa bersama Presiden RI di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ). Pada hari ketiga (15/8), peserta berkunjung ke PT Kimia Farma, dan bertatap muka serta berdialog dengan Menteri Kesehatan dan para pejabat eselon I dan II Kementerian Kesehatan.
Pada hari keempat (16/8) dan kelima (17/8), para Nakes Teladan mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden pada tanggal 16 Agustus di DPR-RI, Renungan Suci bersama Presiden di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan mengikuti Peringatan Detik-detik Proklamasi ke-67 di Istana Negara. Serangkaian kegiatan protokoler kenegaraan ini merupakan pengalaman baru bagi para Nakes teladan tersebut.
“Masih banyak rangkaian kegiatan yang akan dijalani oleh para teladan selama berada di Ibu Kota, diantaranya pemberian informasi penting yang berkaitan dengan pengembangan karir kepegawaian, kepemimpinan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar, dan program Kampanye HIV/AIDS Aku Bangga Aku Tahu (ABAT)”, tutur dr. Lily.
Pada kesempatan tersebut, Menkes memberikan plakat, piagam penghargaan dan sebuah cinderamata berupa 1 unit netbook untuk masing-masing tenaga kesehatan teladan.
Selain itu, seluruh nakes teladan juga mendapatkan masing-masing tabungan senilai tiga juta rupiah dari Bank Negara Indonesia (BNI);Travel-bag, merchandise dan produk dari PT Kimia Farma (Tbk); serta paket berisi stetoskop, tensimeter, dan alat tindik kuping dari PT Askes (Persero).
Rabu, 29 Agustus 2012
Tangani DBD Melalui Pelatihan Jumantik
Dalam mewujudkan kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dengan Glaxosmithkline (GSK)
dalam hal pencegahan dan penanganan DBD seperti yang tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditanda tangani oleh kedua belah pihak.
PT. Glaxosmithkline melakukan Pelatihan Kader Jumantik untuk 4.500 jumantik di 15 (lima belas) Kelurahan di Kota dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat sejak tanggal Pelatihan Jumantik ini dilaksanakan sejak tanggal 1 Mei – 28 Juni 2012 yaitu Cipamokolan, Geger Kalong, Manjah Lega, Sarijadi, Margasari, Sukajadi, Sukamiskin, Sekejati/ Buah Batu, Babakan Sari, Antapani Kidul, Bale Endah, Soreang, Dayeuh Kolot, Katapang, dan Cingcin.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat dr.Hj. Alma Lucyati,M.Kes, M.Si. MH.Kes memaparkan Angka kasus/penderita DBD di Propinsi Jawa Barat dari tahun 2010 hingga tahun 2011 mengalami penurunan. Penurunan kasus merupakan indikasi yang baik, tetapi bagaimanapun juga upaya menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak tetap dibutuhkan.
"Dalam menangani DBD kita tidak hanya melakukan upaya kuratif (pengobatan), tetapi upaya promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan) menjadi poin penting dalam menurunkan angka kasus DBD di masyarakat, dimana Jumantik berperan sangat signifikan didalamnya. Upaya pembangunan kesehatan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun perlu dukungan dari berbagai pihak termasuk swasta. Oleh karena itu, di tahun 2011 Kementerian Kesehatan RI melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan 23 pihak swasta termasuk didalamnya adalah GSK” ujar Kepala Pusat Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dr. Lily S Sulistyowati.
Pentingnya peran Jumantik di dalam mengendalikan DBD menjadi program atau kegiatan nasional, demikian menurut Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2), Kemenkes RI; dr. Rita Kusriastuti, M.Sc, Melalui pengembangan kemitraan dan jejaring kerja multidisiplin dan lintas sector, kebijakan pemerintah di dalam pengendalian DBD yang berdasar pada partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dapat direalisasikan diantaranya melalui Jumantik. Jumantik adalah juru pemantau jentik yang bertugas memeriksa genangan-genangan air di dalam maupun luar rumah, menemukan larva yang terdapat di dalam tempat-tempat yang dapat menampung air, mengindentifikasi rumah-rumah yang tidak berpenghuni dan mengajak pemilik rumah atau bangunan untuk berpartisipasi dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara teratur. Peran Jumantik atau kader sangat penting untuk menggerakkan peran serta masyarakat dalam gerakan Pengendalian DBD.
Pada konferensi pers siang harinya bertempat di Hotel Horison, Bandung, General Manager Glaxosmithkline Indonesia, Djagad Prakasa Dwialam mengatakan, "di tahun ke empat ini, GSK mengukuhkan komitmennya dalam pengendalian DBD melalui penandatangan MoU dengan Kementrian Kesehatan dan di wujudkan dalam pelaksanaan kampanye Tepat Tangani Demam melalui Pelatihan Kader Jumantik. Para Jumantik adalah salah satu ujung tombak dari pengendalian DBD. Kecepatan dan ketepatan di dalam mengenali gejala demam dan DBD tentu saja akan mengurangi resiko kematian akibat DBD.
Selasa, 17 Juli 2012
Penandatanganan Berita Acara Nilai Jabatan dan Kelas Jabatan
Hasil validasi evaluasi jabatan di Kementerian Kesehatan telah ditandatangani.
Perjuangan Kementerian Kesehatan dalam melakukan evaluasi jabatan akhirnya disetujui oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Setelah terlebih dahulu secara marathon Kementerian Kesehatan melakukan pembuatan Peta Jabatan; dan secara bersamaan melakukan analisis jabatan, sejak bulan Maret 2011, akhirnya hasil validasi ditandatangani oleh BKN pada tanggal 26 Juni 2012 dan disusul pada tanggal 4 Juli ini ditandatangani oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi.
Acara menandatanganan ini dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan dr. Yudhi Prayudha Ishak Djuarsa, MPH. Dalam arahannya Inspektur Jenderal menegaskan bahwa penetapan nilai dan kelas jabatan di lingkungan Kementerian Kesehatan bukanlah tahap akhir, melainkan langkah awal menuju Reformasi Birokrasi yang sesungguhnya.
Direncanakan dalam waktu dekat akan dilanjutkan dengan pencanangan zona integritas – wilayah bebas korupsi sebagai rangkaian proses reformasi birokrasi.
Paparan nilai & kelas jabatan disampaikan oleh Kepala Biro Kepegawaian dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS. Dalam paparan tersebut disampaikan hasil analisis jabatan dan evaluasi jabatan, dapat diidentifikasi terdapat 99 Jabatan Fungsional Umum (JFU), 205 Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), dan 2329 Jabatan Struktural yang tersebar dalam 219 Peta Jabatan di kantor pusat dan UPT Kementerian Kesehatan di daerah.
Hasil evaluasi jabatan ditetapkan kelas tertinggi yaitu kelas 17 diidentifikasi ada 8 jabatan yaitu Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal, dan Kepala Badan. Kelas 16 ada 5 jabatan yaitu Staf Ahli Menteri (SAM). Kelas 15 ada 179 jabatan yang terdiri para Eselon II dan JFT Dokter Pendidik Klinis Utama.
Kelas jabatan terendah yaitu Pramu dengan kelas 1 tersebar di 5 unit utama yaitu Sekretariat Jenderal, Dirjen BUK, Dirjen PPPL, Badan Litbangkes, dan Badan PPSDMK.
Seluruh rekap hasil evaluasi jabatan dapat di lihat dan di unduh melalui website Biro Kepegawaian.
Asisten Deputi Kesejahteraan Aparatur Kementerian PAN & RB yang mewakili Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PAN & RB, dalam arahannya Ir. Salman Sijabat menyampaikan bahwa pada hakikatnya tujuan pertemuan antara Kementerian Kesehatan – Kementerian PAN & RB – Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam kegiatan penandatanganan berita acara serah terima jabatan adalah untuk menyamakan persepsi sehingga disepakati hasil evaluasi jabatan yang telah di laksanakan oleh Kementerian Kesehatan.
Asisten Deputi Kesejahteraan Aparatur Kementerian PAN & RB, Ir. Salman Sijabat juga menyampaikan apresiasi yang tinggi serta akan menjadikan Kementerian Kesehatan sebagai contoh (role model) untuk kementerian / instansi lain dalam pelaksanaan anjab dan urjab karena telah menggunakan tools (sistem aplikasi) secara online yang memungkinkan unit kerja baik di pusat maupun di daerah dapat melakukan proses analisis jabatan dan evaluasi jabatan dari lokasi masing-masing sehingga dapat mempercepat proses.
Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pegawai Kementerian Kesehatan yang telah memasuki era baru terkait dengan system penilaian (reward) berbasis kinerja.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada para pimpinan terutama Ibu Sekretaris Jenderal, Bapak Ketua Pokja V RB (Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur), serta Bapak Kepala Biro Kepegawaian yang telah mempercayakan tugas berat ini kepada kami.
Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh anggota Tim Kecil, terutama Biro Hukum dan Organisasi serta Biro Kepegawaian yang tidak mengenal lelah dalam menyelesaikan evaluasi jabatan ini, serta kepada para pimpinan unit kerja baik di pusat maupun UPT di daerah yang telah mendukung proses ini selama satu tahun terakhir.
Kepada para pejuang Job Class, jasamu akan di kenang sepanjang masa oleh anak cucu para pegawai di Kementerian Kesehatan.
Jakarta, 4 Juli 2012ttdTim Kecil Analisis Jabatan & Evaluasi JabatanKementerian Kesehatan RI
Kemenkes Buka Lowongan Tenaga Perawat Ke Jepang
Pemerintah Indonesia dan Jepang kembali membuka kesempatan tenaga kerja Indonesia untuk bekerja sebagai Nurse (Kangoshi) di Jepang dalam kerangka Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) program G to G tahun 2013.
Pendaftaran dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan proses selanjutnya untuk penempatan dilakukan oleh BNP2TKI.
Pendaftaran dibuka tanggal 2 s.d 31 Juli 2012. Adapun beberapa persyaratan diantaranya pendidikan minimal D3 keperawatan dan memiliki pengalaman kerja sebagai perawat sekurang-kurangnya 2 tahun.
Selanjutnya informasi selengkapnya dapat diakses melalui website www.bnp2tki.go.id, www.bppsdmk.depkes.go.id, www.depkes.go.id, dan www.jicwels.jp.
atau
Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan (Pusrengon SDMK) Kemenkes RI
Jl. Hang Jebat III/F3 Lt. 6 Keb. Baru, Jakarta Selatan
Telp. 021 – 7258830
Fax. 021 – 7258618
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021) 52907416-9, faksimili: (021) 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): <kode lokal> 500-567 dan 081281562620 (sms), atau alamat e-mail kontak@depkes.go.id
Sabtu, 14 Juli 2012
Yuk. Jadi Remaja Gaul Sehat
Sumber : Depkes, Jakarta, 13 Juli 2012
Hari ini, Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, membuka secara resmi seminar “Aku dan Temanku, Bisa Jadi Remaja Gaul Sehat” yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2012 di Jakarta (13/7). Hadir pula dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu-Anak Kemenkes RI, Dr. dr. H. Slamet Riyadi Yuwono, DTM&H, MARS, M.Kes; Direktur Kesehatan Anak, dr. Kirana Pritasari, MQIH; para narasumber, yaitu dr. Arietta Poesponegoro, Sp.OG dan Dra. Ami Siamsidar, Msi; Dik Doank; serta sejumlah 220 orang siswa dan guru perwakilan dari 22 sekolah di DKI Jakarta.
“Remaja memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan dan mengambil keputusan sesuai perkembangannya”, ujar Menkes
Pada kesempatan tersebut, Menkes melakukan dialog bersama para remaja yang hadir dalam kegiatan tersebut, mendengarkan pernyataan para remaja yang berkaitan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2012.
Menkes juga mencermati kemajuan teknologi informasi di era globalisasi yang dapat mempengaruhi nilai-nilai budaya. Para remaja dapat mengakses informasi yang berdampak positif maupun negatif bagi kehidupannya. Selain itu, Menkes juga memberikan perhatian atas maraknya perilaku kekerasan pada anak juga di kalangan pelajar.
“Siapa yang bisa melindungi kalian? Sebenarnya, perlindungan yang terbaik adalah oleh diri kalian sendiri dan temanmu yang terdekat. Teman yang baik adalah yang membuat kita lebih baik dan kita saling membantu untuk menjadi lebih baik. Sebagian besar remaja memperoleh informasi tentang kesehatan reproduksi dari kelompok sebaya. Mereka lebih sering melakukan curhat pada teman sebayanya, bukan kepada guru atau orang tua mereka”, kata Menkes.
Karena itu, Kementerian Kesehatan juga melakukan pendekatan ke masyarakat melalui jalur Puskesmas Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (Puskesmas PKPR). Di Puskesmas PKPR, dikembangkan program konselor sebaya (peer counselor). Sebagai konselor sebaya, para remaja menjadi jembatan antara remaja dengan orang tua, guru dan tenaga kesehatan, untuk dapat memberikan informasi kesehatan yang benar dan membantu teman sebaya yang mempunyai masalah kesehatan. Dengan cara ini, diharapkan para remaja yang mempunyai masalah dapat mencari jalan keluar dari orang tua, guru atau tenaga kesehatan. Bukan mencari solusi pada teman sebaya yang mungkin memberikan informasi yang tidak bertanggung jawab.
Menjawab pertanyaan media seputar pacaran yang sehat, Menkes mengatakan bahwa pacar yang baik adalah seseorang yang dapat membuat kita lebih baik, menjadi calon istri atau suami yang baik nantinya.
“Hubungan pacaran yang tidak sehat sangat berisiko terhadap infeksi penyakit kelamin atau HIV/AIDS. Ada yang memang tidak terinfeksi penyakit, tetapi berisiko Kehamilan yang tidak Dikehendaki (KTD). Inilah pentingnya pengetahuan tentang pacaran yang sehat. Sebaiknya jangan ada pacaran kalau ujung-ujungnya hubungan seks berisiko”, jelas Menkes.
Menkes juga menyatakan, selain dibekali pengetahuan, remaja harus ada penguatan secara agama dan moral secara utuh untuk bisa memberikan kekuatan iman dan mental generasi muda untuk menjauhi perilaku berisiko. Karena itu, Menkes mengharapkan keluarga dapat membekali anak-anak dengan nilai-nilai panutan, tuntunan yang baik, dan life skill sehingga anak-anak kita dapat memilih kegiatan positif yang bermanfaat bagi kehidupan mereka dan menghindari pergaulan yang berdekatan dengan perilaku berisiko. Di sisi lain, masyarakat hendaknya juga ikut berperan dalam memastikan generasi muda kita mendapat informasi yang sehat dan benar.
“Karena itu, kepada para remaja Indonesia, carilah teman yang senantiasa membuat kamu lebih baik, dan jadilah teman yang baik bagi teman-temanmu”, tambah Menkes.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu-Anak (GKIA) Kemenkes RI, Dr. dr. H. Slamet Riyadi Yuwono, DTM&H, MARS, M.Kes, mengatakan bahwa seminar “Aku dan Temanku, Bisa Jadi Remaja Gaul Sehat” merupakan salah satu dari tiga seminar yang diselenggarakan Kemenkes dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2012. Materi yang akan disajikan pada seminar tersebut, yaitu “Pacaran Sehat... Kenapa Enggak!” oleh Dr. Arietta Poesponegoro, SpOG, dan “Bergaul Tanpa Harus Kehilangan Jati Diri” oleh Dra. Ami Siamsidar Budiman, M.Si.
“Penyelenggaraan seminar dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa di kalangan remaja. Karena itu, tujuan penyelenggaraan seminar adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua, anak dan pendidik tentang hak anak, agar dapat memelihara kesehatan secara optimal dan mampu mengembangkan potensi anak”, ujar Dirjen GKIA.
Dalam rangka memperingati HAN 2012, Kemenkes berpartisipasi dengan melaksanakan tiga seminar untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui tiga topik dengan sasaran anak balita, remaja dan anak penyandang disabilitas. Sebelumnya, telah diselenggarakan seminar “Stimulasi Perkembangan Anak Melalui Permainan” pada Kamis (12/7) yang dihadiri oleh ibu-ibu Dharma Wanita Kemenkes RI. Sementara itu, seminar “Potensi Dibalik Keterbatasan Anak” akan diselenggarakan pada Sabtu (14/7).
Peringatan HAN dilaksanakan di tingkat nasional dan daerah dengan tujuan agar semua lapisan masyarakat menyadari akan pentingnya pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungaan anak Indonesia.Penyelenggaraan HAN tiap tahunnya dilaksanakan secara koordinatif di berbagai tempat dan lintas kementerian dimana kepanitiaannya dilakukan secara bergantian oleh 9 kementerian dibawah Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Penyelenggaraan HAN 2012 diketuai Kementerian Agama, dengan mengambil tema “Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak” dan sub tema “Saya Anak Indonesia Beriman, Jujur, Cerdas, Sehat, Berakhlak Mulia dan Berprestasi”. Puncak peringatan HAN akan diselenggarakan tanggal 18 Juli 2012 di Taman Mini Indonesia Indah.
Masalah kesehatan pada anak usia sekolah berbeda-beda menurut kelompok umurnya. Pada siswa Sekolah Dasar (SD), masalah kesehatan terkait dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum diterapkan dengan baik, seperti masalah kecacingan, kesehatan gigi mulut dan anemia. Sementara itu, pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA), masalah kesehatan yang dihadapi terkait dengan pengetahuan kesehatan yang kurang dan perilaku berisiko, seperti merokok dan pacaran tidak sehat. Selain itu, masalah lain yang dihadapi yaitu terjadinya pernikahan pada usia dini (15-19 tahun). Pasangan remaja yang menikah usia dini berisiko tinggi, karena dapat menyebabkan kematian perinatal, neonatal dan bayi, kematian ibu saat melahirkan, serta memiliki kemungkinan melahirkan bayi yang pendek (stunting).
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021) 52907416-9, faksimili: (021) 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): <kode lokal> 500-567 dan 081281562620 (sms), atau e-mail kontak@depkes.go.id.
Langganan:
Postingan (Atom)




